Sanitasi Pengolahan Pangan:
Penciptaan atau pemeliharaan kondisi yang mampu mencegah terjadinya kontaminasi makanan atau timbulnya penyakit melalui makanan.
Kontaminasi Makanan:
Terdapatnya bahan atau organisme berbahaya dalam makanan secara tidak sengaja.
Bahan tersebut disebut kontaminan:
• Kontaminasi Langsung; kontaminasi yang terjadi pada bahan mentah dari tempat hidup atau asal bahan makanan tersebut
• Kontaminasi Silang: kontaminasi pada bahan makanan mentah atau bahan masak melalui perantara, yang terjadi selama makanan ada dalam tahap persiapan, transportasi, pengolahan, pemasakan, mapun penyajian
Tampilkan postingan dengan label biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 13 April 2012
Proses Pembusukkan Bahan Pangan
PROSES PEMBUSUKAN BAHAN PANGAN
• Penyebab utama penurunan mutu hingga pembusukan (deterioration)
• Faktor yang mempengaruhi masa simpan
• Contoh penurunan mutu dari makanan kering, beku dan kaleng
1. Proses Penurunan Mutu yang Utama
Penurunan mutu hingga pembusukan terutama diakibatkan oleh
• Perubahan secara biologis maupun mikrobiologis
• Reaksi kimia (enzimatis)
• Perubahan sifat fisik dan fisikokimia
• Penyebab utama penurunan mutu hingga pembusukan (deterioration)• Faktor yang mempengaruhi masa simpan
• Contoh penurunan mutu dari makanan kering, beku dan kaleng
1. Proses Penurunan Mutu yang Utama
Penurunan mutu hingga pembusukan terutama diakibatkan oleh
• Perubahan secara biologis maupun mikrobiologis
• Reaksi kimia (enzimatis)
• Perubahan sifat fisik dan fisikokimia
Pengujian Organoleptik dan Kimiawi Buah dan Sayur
PENGUJIAN ORGANOLEPTIK DAN KIMIAWI
PADA SAMPEL SAYUR DAN BUAH
A. TUJUAN
1. Mengetahui sifat fisik sayur dan buah yang dianalisis dengan pengujian organoleptik meliputi Warna, Rasa, dan Bau.
2. Mengetahui kandungan kimia sayur dan buah dengan pengujian organoleptik meliputi Kadar Vitamin C dan Derajat Asam.
B. PRINSIP
1. Pengujian Organoleptik Sampel diuji dengan menggunakan panca Indera (Mata, Lidah, Hidung)
2. Pengujian Kimiawi a. Vitamin C : Oksidasi analat oleh I2 sehingga I2 tereduksi menjadi ion iodide. b. Derajat Asam : penetralan H+ oleh H- sehingga terbentuk H2O dan NaCl.
A. TUJUAN
1. Mengetahui sifat fisik sayur dan buah yang dianalisis dengan pengujian organoleptik meliputi Warna, Rasa, dan Bau.
2. Mengetahui kandungan kimia sayur dan buah dengan pengujian organoleptik meliputi Kadar Vitamin C dan Derajat Asam.
B. PRINSIP
1. Pengujian Organoleptik Sampel diuji dengan menggunakan panca Indera (Mata, Lidah, Hidung)
2. Pengujian Kimiawi a. Vitamin C : Oksidasi analat oleh I2 sehingga I2 tereduksi menjadi ion iodide. b. Derajat Asam : penetralan H+ oleh H- sehingga terbentuk H2O dan NaCl.
Biji Semangka dan Manfaatnya
Biji Semangka dan Manfaatnya
Tanaman semangka bersifat menjalar, mempunyai alat pemegang seperti pollin. Permukaan tanaman (batang dan daunnya) tertutuk buku-buku tajam. Daunnya lebar dan menjalar, batangnya kecil dan menjalar. Bunga berumah satu dan berwarna kuning, berbentuk bulat, beratnya dapat mencapai 5kg, daging buah berwarna merah dan kuning, berakar tunggang.
Tanaman semangka bersifat menjalar, mempunyai alat pemegang seperti pollin. Permukaan tanaman (batang dan daunnya) tertutuk buku-buku tajam. Daunnya lebar dan menjalar, batangnya kecil dan menjalar. Bunga berumah satu dan berwarna kuning, berbentuk bulat, beratnya dapat mencapai 5kg, daging buah berwarna merah dan kuning, berakar tunggang.
![]() |
| Semangka |
Rabu, 19 Oktober 2011
Edible Coating Pelapisan Lilin
Pelapisan Lilin
Lilin adalah ester dari asam lemak berantai panjang dengan alkohol monohidrat berantai panjang atau sterol. Menurut Pantastico (1986) Ada tiga jenis lilin yang dikenal di alam, yakni yang lilin lebah, lilin spermaceti dan lilin karnauba. Lilin karnauba merupakan lilin yang didapat dari pohon palem (Copernica Cerifera). Lilin ini paling banyak titik airnya yaitu 89-87C, sedangkan lilin spermaceti adalah lilin yang didapat dari kepala ikan paus (Phesester macrocephalus) mencair pada suhu 42-47˚C. Lilin ini banyak digunakan dalam industri obat dan kosmetik (Bernett, 1964 dalam Pantastico 1986). Lilin lebah merupakan lilin alami komersial yang merupakan hasil sekresi dari lebah madu (Apis mellifica) atau lebah lainnya.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAYA SIMPAN BUAH DAN SAYUR
Faktor yang mempengaruhi daya simpan buah dan sayur
a. Respirasi
Respirasi adalah suatu proses metabolisme biologis dengan menggunakan oksigen dalam perombakan senyawa kompleks (seperti karbohidrat, protein dan lemak) untuk menghasilkan CO2, air dan sejumlah elektron-elektron. Pada umumnya bahan hasil pertanian setelah dipanen masih melakukan proses respirasi serta metabolisme lain sampai bahan tersebut rusak dan proses kehidupan berhenti (Syarief dan Irawati, 1988).
Klimaterik dan Non-Klimaterik
![]() |
| Buah-buahan Fruits |
Biale dalam Nurlaela (1996) mengklasifikasikan buah dalam dua kategori, berdasarkan laju respirasi sebelum pemasakan, yaitu klimaterik dan nonklimaterik. Buah klimaterik mempunyai peningkatan atau kenaikan laju respirasi sebelum pemasakan, sedangkan buah non klimaterik tidak menunjukan adanya kenaikan laju respirasi.
Pemasaran Tomat, Ekspor Tomat
Indonesia sebagai salah satu negara yang beriklim tropis mempunyai potensi dan kesempatan yang cukup besar untuk memanfaatkan peluang usaha di bidang hortikultura. Bagi petani tomat, tomat merupakan produk yang penting bagi kelangsungan hidupnya. Tomat merupakan produk yang dapat memberikan pendapatan bagi petani.
Tomat memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena dapat memberikan manfaat yang banyak. Tomat juga penting bagi perdagangan karena merupakan komoditi yang dapat diekspor. Peluang meningkatkan ekspor komoditas hortikultura cukup besar, apabila penanganan mulai ditingkat on farm hingga pasca panen dilakukan dengan baik.Tomat juga penting bagi perindustrian karena dapat diolah lagi agar dapat menjadi produk yang memiliki nilai tinggi.
TOMAT, TOMATO, Lycopersicum esculentum Mill.
Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Kata "tomat" berasal dari kata dalam bahasa Nahuatl, tomatl (dieja: /to.matt/). Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter dan termasuk buah yang tidak mengenal musim (Anonim, 2010). Tomat termasuk tanaman yang memerlukan cukup banyak cahaya matahari dan lembab nisbi udara yang cukup.
Rabu, 13 April 2011
Kontaminasi Dalam Pengembangan Kultur Jaringan Skala Rumah Tangga
Kontaminasi Dalam Pengembangan Kultur Jaringan Skala Rumah Tangga
1. Latar belakang
Kultur jaringan merupakan teknologi yang mau tidak mau harus kita kuasai, karena sudah tidak terbendung lagi kebutuhan yang sangat besar akan bibit-bibit berkualitas dalam bidang kehutanan, perkebunan, pertanian dll. adalah tidak mungkin lagi kita menggunakan teknik-teknik konvensional dalam perbanyakan tanaman untuk memenuhi semua kebutuhan yang sangat besar. Maka kultur jaringan menjadi teknologi yang sangat menentukan keberhasilan dalam pemenuhan bibit.
1. Latar belakang
Kultur jaringan merupakan teknologi yang mau tidak mau harus kita kuasai, karena sudah tidak terbendung lagi kebutuhan yang sangat besar akan bibit-bibit berkualitas dalam bidang kehutanan, perkebunan, pertanian dll. adalah tidak mungkin lagi kita menggunakan teknik-teknik konvensional dalam perbanyakan tanaman untuk memenuhi semua kebutuhan yang sangat besar. Maka kultur jaringan menjadi teknologi yang sangat menentukan keberhasilan dalam pemenuhan bibit.
Rabu, 07 Juli 2010
Cara Pemanenan Alpukat
Cara Pemanenan Alpukat
Umumnya memanen buah alpukat dilakukan secara manual, yaitu dipetik menggunakan tangan. Apabila kondisi fisik pohon tidak memungkinkan untuk dipanjat, maka panen dapat dibantu dengan menggunakan alat/galah yang diberi tangguk kain/goni pada ujungnya/tangga. Saat dipanen, buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar, luka/infeksi pada bagian dekat tangkai buah. Periode Panen Biasanya alpukat mengalami musim berbunga pada awal musim hujan, dan musim berbuah lebatnya biasanya pada bulan Desember, Januari, dan Februari.
Umumnya memanen buah alpukat dilakukan secara manual, yaitu dipetik menggunakan tangan. Apabila kondisi fisik pohon tidak memungkinkan untuk dipanjat, maka panen dapat dibantu dengan menggunakan alat/galah yang diberi tangguk kain/goni pada ujungnya/tangga. Saat dipanen, buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar, luka/infeksi pada bagian dekat tangkai buah. Periode Panen Biasanya alpukat mengalami musim berbunga pada awal musim hujan, dan musim berbuah lebatnya biasanya pada bulan Desember, Januari, dan Februari.
Selasa, 22 Juni 2010
Pengalengan Bahan Pangan Nabati ( Koktail Buah, Cincau dan Sayuran/Sop )
Pengalengan Bahan Pangan Nabati
( Koktail Buah, Cincau dan Sayuran/Sop )
A. Tujuan:
1. Mengawetkan bahan pangan nabati dengan metode pengemasan dalam kaleng dengan tujuan untuk meningkatkan daya simpan produk tersebut.
2. Mendiskripsikan langkah-langkah kerja pada proses pengalengan berbagai jenis bahan pangan nabati
3. Menganalisa kualitas fisik, kimia dan organoleptik hasil pengalengan nabati
4. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas bahan nabati dalam proses pengalengan
( Koktail Buah, Cincau dan Sayuran/Sop )
A. Tujuan:
1. Mengawetkan bahan pangan nabati dengan metode pengemasan dalam kaleng dengan tujuan untuk meningkatkan daya simpan produk tersebut.
2. Mendiskripsikan langkah-langkah kerja pada proses pengalengan berbagai jenis bahan pangan nabati
3. Menganalisa kualitas fisik, kimia dan organoleptik hasil pengalengan nabati
4. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas bahan nabati dalam proses pengalengan
Pengalengan Bahan Pangan Hewani (Rawon & Ikan)
Pengalengan Bahan Pangan Hewani
(Rawon & Ikan)
A. Tujuan:
1. Mengawetkan bahan pangan nabati dengan metode pengemasan dikemas dalam kaleng dengan tujuan untuk meningkatkan daya simpan produk hewani
2. Mendiskripsikan langkah-langkah kerja pada proses pengalengan berbagai jenis bahan pangan hewani
3. Menganalisa kualitas fisik dan organoleptik hasil pengalengan hewani
4. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas bahan hewani dalam proses pengalengan
(Rawon & Ikan)
A. Tujuan:
1. Mengawetkan bahan pangan nabati dengan metode pengemasan dikemas dalam kaleng dengan tujuan untuk meningkatkan daya simpan produk hewani
2. Mendiskripsikan langkah-langkah kerja pada proses pengalengan berbagai jenis bahan pangan hewani
3. Menganalisa kualitas fisik dan organoleptik hasil pengalengan hewani
4. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas bahan hewani dalam proses pengalengan
Rabu, 09 Juni 2010
Cara membuat dan mekanisme Biogas dari Kotoran Sapi
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Beberapa tahun terakhir ini energi merupakan persoalan yang krusial didunia. Peningkatan permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi terbaharukan. Selain itu, peningkatan harga minyak dunia juga menjadi alasan yang serius yang menimpa banyak negara di dunia terutama Indonesia. Lonjakan harga minyak dunia akan memberikan dampak yang besar bagi pembangunan bangsa Indonesia. Menurut data ESDM (2006) cadangan minyak Indonesia hanya tersisa sekitar 9 milliar barel. Apabila terus dikonsumsi tanpa ditemukannya cadangan minyak baru, diperkirakan cadangan minyak ini akan habis dalam dua dekade mendatang.
A. Latar Belakang
Beberapa tahun terakhir ini energi merupakan persoalan yang krusial didunia. Peningkatan permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi terbaharukan. Selain itu, peningkatan harga minyak dunia juga menjadi alasan yang serius yang menimpa banyak negara di dunia terutama Indonesia. Lonjakan harga minyak dunia akan memberikan dampak yang besar bagi pembangunan bangsa Indonesia. Menurut data ESDM (2006) cadangan minyak Indonesia hanya tersisa sekitar 9 milliar barel. Apabila terus dikonsumsi tanpa ditemukannya cadangan minyak baru, diperkirakan cadangan minyak ini akan habis dalam dua dekade mendatang.
LAPORAN PRAKTIKUM PENGUJIAN SUHU, WARNA DAN BAU PADA AIR LIMBAH
LAPORAN PRAKTIKUM
PENGUJIAN SUHU, WARNA DAN BAU PADA AIR LIMBAH
A. ACARA
Praktikum pengujian suhu, warna dan bau pada air limbah
B. PRINSIP
• Suhu
Suhu diukur dengan mengunakan thermometer raksa/alkohol
• Warna
Warna diuji dengan alat kolorimeter ketika media yang diuji akan diberikan cahaya dan akan ada yang diserap dan yang diteruskan, kemudian dimunculkan berupa angka oleh alat.
• Bau
Bau diamati secara organoleptik menggunakan indera penciuman
PENGUJIAN SUHU, WARNA DAN BAU PADA AIR LIMBAH
A. ACARA
Praktikum pengujian suhu, warna dan bau pada air limbah
B. PRINSIP
• Suhu
Suhu diukur dengan mengunakan thermometer raksa/alkohol
• Warna
Warna diuji dengan alat kolorimeter ketika media yang diuji akan diberikan cahaya dan akan ada yang diserap dan yang diteruskan, kemudian dimunculkan berupa angka oleh alat.
• Bau
Bau diamati secara organoleptik menggunakan indera penciuman
Cara Membuat Susu Kedelai
Susu Kedelai
Bahan
250gr kacang kedelai, cuci bersih.
1,5L air
150 gr gula pasir
3 lembar daun pandan, ikat
3 lbr daun jeruk.
Cara membuat
1. Rendam kedelai dengan air hangat selama 24 jam. Setelah mekar, cuci bersih dan buang kulitnya.
2. Blender dengan 1,5 L air sampai benar2 halus. Saring.
3. Rebus dengan api sedang dicampur dengan gula, daun pandan dan daun jeruk. Aduk2 sampai mendidih, jangan sampai meluap.
4. Setelah dingin saring dengan kain katun yang bersih. Sajikan hangat atau dingin sesuai selera.
Bahan
250gr kacang kedelai, cuci bersih.
1,5L air
150 gr gula pasir
3 lembar daun pandan, ikat
3 lbr daun jeruk.
Cara membuat
1. Rendam kedelai dengan air hangat selama 24 jam. Setelah mekar, cuci bersih dan buang kulitnya.
2. Blender dengan 1,5 L air sampai benar2 halus. Saring.
3. Rebus dengan api sedang dicampur dengan gula, daun pandan dan daun jeruk. Aduk2 sampai mendidih, jangan sampai meluap.
4. Setelah dingin saring dengan kain katun yang bersih. Sajikan hangat atau dingin sesuai selera.
Selasa, 26 Januari 2010
Penanganan Limbah Kulit Jeruk
Proses penanganan limbah jelly jeruk menggunakan konsep “Produksi bersih” (Cleaner Production). Produksi Bersih ini merupakan suatu strategi untuk menghindari timbulnya pencemaran industri melalui pengurangan timbulan limbah (waste generation) pada setiap tahap dari proses produksi untuk meminimalkan atau mengeliminasi limbah sebelum segala jenis potensi pencemaran terbentuk. Dalam konsep Cleaner Production terdapat dua bagian terpenting dalam penanganan limbah yang penting yaitu minimasi limbah dan pengolahan limbah sebelum dibuang ke lingkungan.
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah.
Limbah padat
Limbah padat atau kadang beberapa orang memanggilnya dengan sebutan sampah adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.
Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi lagi menjadi:
1.Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan.
2.Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:
a.Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.
b.Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain.
Maka dari materi tersebut dapat diketahui secara jelas bahwa limbah yang padat yang dihasilkan oleh pengolahan jelly jeruk merupakan limbah yang biodegradable dimana limbah dari proses pembuatan jelly jeruk ini yaitu ampas buah dan kulit jeruk dapat dengan mudah diurai oleh alam, akan tetapi akan lebih baik lagi bila limbah ini di manfaatkan kembali, karena limbah padat yang dihasilkan masih bisa dibuat kembali produk berbeda dari hasil samping jelly, yaitu pada limbah ampas buah jeruk pada proses pembuatan jelly yaitu pada tahap pemisahan sari buah dapat dimanfaatkan kembali menjadi suatu produk yaitu selai jeruk.
Pembuatan selai ini selai ini dapat meningkatkan keuntungan yang cukup menggiurkan karena nilai jual selai cukup tinggi akan tetapi dalam pembuatnnya tidak menggunakan bahan-bahan sama sekali kecuali sedikit air.
Selai adalah produk makanan yang kental atau setengah padat dibuat dari campuran 45 bagain berat buah (cacah buah) dan 55 bagian berat gula.Buah-buahan yang dijadikan selai biasanya buah yang sudah masak, tapi tidak terlalu matang dan mempunyai rasa sedikit masam. Buah-buahan yang umum dijadikan selai, misalnya: stroberi, blueberi, aprikot, apel, anggur, pir, dan fig. Selain itu, selai bisa dibuat dari sayur-sayuran seperti wortel dan seledri.
Selai yang diperoleh dari buah hasilnya lebih banyak daripada diolah menjadi jeli, sehingga pengolahan jeli lebih banyak menggunakan buah yang murah harganya. Buah yang masih muda tidak dapat digunakan untuk pembuatan selai atau jeli karena masih banyak mengandung zat pati (karbohidrat) dan kandungan pektinnya rendah. Kulit buahpun dapat digunakan untuk menghasilkan selai atau jeli tersebut.
Pektin yang dikandung buah-buahan atau sari buah bereaksi dengan gula dan asam membuat selai menjadi kental. Buah-buahan dengan kadar pektin atau keasaman yang rendah perlu ditambahkan pektin atau asam agar selai bisa menjadi kental.
Dari diagram diatas dapat dilihat bahwa limbah kulit jeruk dapat imanfaatkan kembali sebagai selai karena kulit jeruk mengandung zat yang disebut pectin.
Akan tetapi pada proses ini didapatkan kembali limbah, berbentuk limbah cair yaitu dari sisa penyaringan dari perebusan kulit jeruk. Maka dapat dimanfaatkan lagi sebagai bahan baku pembuatan syrup.
Dari pengolahan limbah ampas jeruk dan kulit jeruk diatas alurnya dapat dringkas sebagai berikut
Limbah Cair
Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah. Pembuangan air limbah baik yang bersumber dari kegiatan domestik (rumah tangga) maupun industri ke badan air dapat menyebabkan pencemaran lingkungan apabila kualitas air limbah tidak memenuhi baku mutu limbah.
•Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya.
•Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.
Dalam kegiatan industri, air limbah akan mengandung zat-zat/kontaminan yang dihasilkan dari sisa bahan baku, sisa pelarut atau bahan aditif, produk terbuang atau gagal, pencucian dan pembilasan peralatan, blowdown beberapa peralatan seperti kettle boiler dan sistem air pendingin, serta sanitary wastes. Agar dapat memenuhi baku mutu, industri harus menerapkan prinsip pengendalin limbah secara cermat dan terpadu baik di dalam proses produksi (in-pipe pollution prevention) dan setelah proses produksi (end-pipe pollution prevention). Pengendalian dalam proses produksi bertujuan untuk meminimalkan volume limbah yang ditimbulkan, juga konsentrasi dan toksisitas kontaminannya. Sedangkan pengendalian setelah proses produksi dimaksudkan untuk menurunkan kadar bahan peencemar sehingga pada akhirnya air tersebut memenuhi baku mutu yang sudah ditetapkan.
Setiap industri pengolahan pangan akan menghasilkan limbah yang dapat menjadi masalah bagi lingkungan jika tidak dilakukan penanganan terlebih dahulu sebelum dibuang. Pada umumnya, limbah industri pangan tidak membahayakan kesehatan masyarakat, karena tidak terlibat langsung dalam perpindahan penyakit. Akan tetapi kandungan bahan organiknya yang tinggi dapat bertindak sebagai sumber makanan untuk pertumbuhan mikroba.
Tujuan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi 5 (lima) tahap:
1.Pengolahan Awal (Pretreatment)
Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation.
2.Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)
Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration.
3.Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)
Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.
4.Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)
Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation.
5.Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)
Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed, incineration, atau landfill.
Karena limbah cair pada produksi pembuatan jelly jeruk hanya berupa air kotor sisa pencucian buah jeruk maka dapat langung dibuang ke lingkungan karena tidak akan mengganggu lingkungan. Karena air tersebut dapat didegradasi (diuraikan oleh lingkungan secara alami)
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah.
Limbah padat
Limbah padat atau kadang beberapa orang memanggilnya dengan sebutan sampah adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.
Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi lagi menjadi:
1.Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan.
2.Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:
a.Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.
b.Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain.
Maka dari materi tersebut dapat diketahui secara jelas bahwa limbah yang padat yang dihasilkan oleh pengolahan jelly jeruk merupakan limbah yang biodegradable dimana limbah dari proses pembuatan jelly jeruk ini yaitu ampas buah dan kulit jeruk dapat dengan mudah diurai oleh alam, akan tetapi akan lebih baik lagi bila limbah ini di manfaatkan kembali, karena limbah padat yang dihasilkan masih bisa dibuat kembali produk berbeda dari hasil samping jelly, yaitu pada limbah ampas buah jeruk pada proses pembuatan jelly yaitu pada tahap pemisahan sari buah dapat dimanfaatkan kembali menjadi suatu produk yaitu selai jeruk.
Pembuatan selai ini selai ini dapat meningkatkan keuntungan yang cukup menggiurkan karena nilai jual selai cukup tinggi akan tetapi dalam pembuatnnya tidak menggunakan bahan-bahan sama sekali kecuali sedikit air.
Selai adalah produk makanan yang kental atau setengah padat dibuat dari campuran 45 bagain berat buah (cacah buah) dan 55 bagian berat gula.Buah-buahan yang dijadikan selai biasanya buah yang sudah masak, tapi tidak terlalu matang dan mempunyai rasa sedikit masam. Buah-buahan yang umum dijadikan selai, misalnya: stroberi, blueberi, aprikot, apel, anggur, pir, dan fig. Selain itu, selai bisa dibuat dari sayur-sayuran seperti wortel dan seledri.
Selai yang diperoleh dari buah hasilnya lebih banyak daripada diolah menjadi jeli, sehingga pengolahan jeli lebih banyak menggunakan buah yang murah harganya. Buah yang masih muda tidak dapat digunakan untuk pembuatan selai atau jeli karena masih banyak mengandung zat pati (karbohidrat) dan kandungan pektinnya rendah. Kulit buahpun dapat digunakan untuk menghasilkan selai atau jeli tersebut.
Pektin yang dikandung buah-buahan atau sari buah bereaksi dengan gula dan asam membuat selai menjadi kental. Buah-buahan dengan kadar pektin atau keasaman yang rendah perlu ditambahkan pektin atau asam agar selai bisa menjadi kental.
Dari diagram diatas dapat dilihat bahwa limbah kulit jeruk dapat imanfaatkan kembali sebagai selai karena kulit jeruk mengandung zat yang disebut pectin.
Akan tetapi pada proses ini didapatkan kembali limbah, berbentuk limbah cair yaitu dari sisa penyaringan dari perebusan kulit jeruk. Maka dapat dimanfaatkan lagi sebagai bahan baku pembuatan syrup.
Dari pengolahan limbah ampas jeruk dan kulit jeruk diatas alurnya dapat dringkas sebagai berikut
Limbah Cair
Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah. Pembuangan air limbah baik yang bersumber dari kegiatan domestik (rumah tangga) maupun industri ke badan air dapat menyebabkan pencemaran lingkungan apabila kualitas air limbah tidak memenuhi baku mutu limbah.
•Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya.
•Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.
Dalam kegiatan industri, air limbah akan mengandung zat-zat/kontaminan yang dihasilkan dari sisa bahan baku, sisa pelarut atau bahan aditif, produk terbuang atau gagal, pencucian dan pembilasan peralatan, blowdown beberapa peralatan seperti kettle boiler dan sistem air pendingin, serta sanitary wastes. Agar dapat memenuhi baku mutu, industri harus menerapkan prinsip pengendalin limbah secara cermat dan terpadu baik di dalam proses produksi (in-pipe pollution prevention) dan setelah proses produksi (end-pipe pollution prevention). Pengendalian dalam proses produksi bertujuan untuk meminimalkan volume limbah yang ditimbulkan, juga konsentrasi dan toksisitas kontaminannya. Sedangkan pengendalian setelah proses produksi dimaksudkan untuk menurunkan kadar bahan peencemar sehingga pada akhirnya air tersebut memenuhi baku mutu yang sudah ditetapkan.
Setiap industri pengolahan pangan akan menghasilkan limbah yang dapat menjadi masalah bagi lingkungan jika tidak dilakukan penanganan terlebih dahulu sebelum dibuang. Pada umumnya, limbah industri pangan tidak membahayakan kesehatan masyarakat, karena tidak terlibat langsung dalam perpindahan penyakit. Akan tetapi kandungan bahan organiknya yang tinggi dapat bertindak sebagai sumber makanan untuk pertumbuhan mikroba.
Tujuan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi 5 (lima) tahap:
1.Pengolahan Awal (Pretreatment)
Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation.
2.Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)
Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration.
3.Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)
Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.
4.Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)
Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation.
5.Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)
Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed, incineration, atau landfill.
Karena limbah cair pada produksi pembuatan jelly jeruk hanya berupa air kotor sisa pencucian buah jeruk maka dapat langung dibuang ke lingkungan karena tidak akan mengganggu lingkungan. Karena air tersebut dapat didegradasi (diuraikan oleh lingkungan secara alami)
Jeruk
Jeruk atau limau adalah semua tumbuhan berbunga anggota marga Citrus dari suku Rutaceae (suku jeruk-jerukan). Anggotanya berbentuk pohon dengan buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar, meskipun banyak di antara anggotanya yang memiliki rasa manis. Rasa masam berasal dari kandungan asam sitrat yang memang menjadi terkandung pada semua anggotanya.
Jeruk sangatlah beragam dan beberapa spesies dapat saling bersilangan dan menghasilkan hibrida antarspesies ('interspecific hybrid) yang memiliki karakter yang khas, yang berbeda dari spesies tetuanya. Keanekaragaman ini seringkali menyulitkan klasifikasi, penamaan dan pengenalan terhadap anggota-anggotanya, karena orang baru dapat melihat perbedaan setelah bunga atau buahnya muncul. Akibatnya tidak diketahui dengan jelas berapa banyak jenisnya. Penelitian-penelitian terakhir menunjukkan adalah keterkaitan kuat Citrus dengan genus Fortunella (kumkuat), Poncirus, serta Microcitrus dan Eremocitrus, sehingga ada kemungkinan dilakukan penggabungan. Citrus sendiri memiliki dua anakmarga (subgenus), yaitu Citrus dan Papeda.
Asal jeruk adalah dari Asia Timur dan Asia Tenggara, membentuk sebuah busur yang membentang dari Jepang terus ke selatan hingga kemudian membelok ke barat ke arah India bagian timur. Jeruk manis dan sitrun (lemon) berasal dari Asia Timur, sedangkan jeruk bali, jeruk nipis dan jeruk purut berasal dari Asia Tenggara.
Banyak anggota jeruk yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan, wewangian, maupun industri. Buah jeruk adalah sumber vitamin C dan wewangian/parfum penting. Daunnya juga digunakan sebagai rempah-rempah.
Jeruk sangatlah beragam dan beberapa spesies dapat saling bersilangan dan menghasilkan hibrida antarspesies ('interspecific hybrid) yang memiliki karakter yang khas, yang berbeda dari spesies tetuanya. Keanekaragaman ini seringkali menyulitkan klasifikasi, penamaan dan pengenalan terhadap anggota-anggotanya, karena orang baru dapat melihat perbedaan setelah bunga atau buahnya muncul. Akibatnya tidak diketahui dengan jelas berapa banyak jenisnya. Penelitian-penelitian terakhir menunjukkan adalah keterkaitan kuat Citrus dengan genus Fortunella (kumkuat), Poncirus, serta Microcitrus dan Eremocitrus, sehingga ada kemungkinan dilakukan penggabungan. Citrus sendiri memiliki dua anakmarga (subgenus), yaitu Citrus dan Papeda.
Asal jeruk adalah dari Asia Timur dan Asia Tenggara, membentuk sebuah busur yang membentang dari Jepang terus ke selatan hingga kemudian membelok ke barat ke arah India bagian timur. Jeruk manis dan sitrun (lemon) berasal dari Asia Timur, sedangkan jeruk bali, jeruk nipis dan jeruk purut berasal dari Asia Tenggara.
Banyak anggota jeruk yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan, wewangian, maupun industri. Buah jeruk adalah sumber vitamin C dan wewangian/parfum penting. Daunnya juga digunakan sebagai rempah-rempah.
Jumat, 20 November 2009
Ciuman, Efek Positif Ciuman
Dosen Fisika: Ciuman adalah gaya tarik menarik antara dua mulut dimana jarak antara satu titik dengan titik yang lain adalah nol.
Dosen Kimia: Ciuman adalah reaksi akibat interaksi dari senyawa yang dikeluarkan oleh dua hati.
Dosen Mikrobiologi: Ciuman adalah pertukaran bakteri uniseksual didalam air liur.
Dosen Biologi: Ciuman adalah menyatunya dua otot orbicularisoris dalam keadaan kontraksi.
Dosen Ekonomi: Ciuman adalah sesuatu di mana permintaan lebih besar daripada penawaran.
Dosen Statistik: Ciuman adalah kejadian yang peluangnya bisa sangat tergantung dari angka statistik berikut:36-24- 36.
Dosen Teknik: Ciuman? Apa itu..?
Dosen Elektro: Ciuman Adalah bertemu antara ion positif dan negatif yang mengakibatkan arus lemah menjadi arus kuat…
Dosen Kedokteran: Ciuman adalah proses pendiaknosaan fisik secara langsung yang mengakibatkan aliran darah ke organ reproduksi meningkat.
Dosen Psikologi: Ciuman adalah proses penjiwaan terhadap pola pikir seseorang untuk mengetahui akan kenikmatan….
Dosen Program Komputer: If Kiss >= Hot then go to bed room else go to bathroom end.
Dosen Seni: Ciuman adalah sesuatu yang indah bila dinikmati bersama.
Guru Olahraga: Jika berciuman berkategori sangat hot, sama besar dengan kalori yang terbuang untuk berjalan tergopoh-gopoh (brisk walking).
Dosen Politik (Ilmu Transformasi Konflik): Ciuman adalah kemampuan untuk mentransformasi gesekan-gesekan konflik dari dua kelompok berbeda sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang positif (win win solution = semua senang, semua nyaman… semua melayang).
Dosen Matematika (Teori Kemungkinan) : Ciuman itu gambling, sekarang cium tinggal tunggu balasannya, digampar ato dibalas cium…
Dosen Olahraga (again): Ciuman adalah suatu peregangan & pemanasan untuk "olahraga" yang lebih berat…
Dosen Kewiraan: Ciuman adalah hak yang dimiliki oleh seorang pasangan yang hubungannya telah diakui oleh negara berdasarkan hukum dan undang-undang yang berlaku.
Dosen Bahasa: Ciuman adalah berasal dari sebuah kata dasar "Cium" yang mendapatkan akhiran "An".
Dosen Seksiologi: Ciuman adalah suatu teknik rangsangan dan pemanasan (Foreplay) dimana tahapan ini menyentuh titik-titik rangsangan di seluruh tubuh…
Anaknya Dosen : Ciuman adalah temannya Ciunyil, Ciucrit, Ciusrok. Bisa juga berarti sudah sadar dari pingsan.
Belakangan ini, para ilmuwan mendapati bahwa berciuman baik untuk kesehatan. Para ahli medis beradu argumen mengapa berciuman itu tak hanya membuat seseorang merasa senang, tapi juga efektif melawan banyak penyakit. Apa saja keuntungan berciuman bagi kesehatan?
- Berciuman dalam waktu lama bisa membantu sistem sirkulasi kita. Ketika berciuman, detak jantung makin cepat hingga rata-rata 110 detakan per menit. Ini adalah latihan yang baik untuk sistem kardiovaskular.
- Setelah berciuman, paru-paru bekerja lebih keras. Kira-kira 60 tarikan napas per menit, dibandingkan dalam napas normal, hanya 20 kali tarikan napas per menit. “Ventilasi” semacam ini baik untuk mencegah sakit paru-paru.
- Beberapa dokter gigi percaya, bahwa berciuman merupakan tindakan pencegahan gigi berlubang. Berciuman menstimulasi air liur yang bisa menghancurkan asam yang menutupi gigi.
- Berciuman yang berlangsung lebih dari 3 menit membantu kita melawan stres. Berciuman dalam waktu lama menstimulasi rantai reaksi kimiawi yang menghancurkan hormon stres.
- Setelah berciuman, paru-paru bekerja lebih keras. Kira-kira 60 tarikan napas per menit, dibandingkan dalam napas normal, hanya 20 kali tarikan napas per menit. “Ventilasi” semacam ini baik untuk mencegah sakit paru-paru.
- Beberapa dokter gigi percaya, bahwa berciuman merupakan tindakan pencegahan gigi berlubang. Berciuman menstimulasi air liur yang bisa menghancurkan asam yang menutupi gigi.
- Berciuman yang berlangsung lebih dari 3 menit membantu kita melawan stres. Berciuman dalam waktu lama menstimulasi rantai reaksi kimiawi yang menghancurkan hormon stres.
Ada pula kelebihan berciuman yang dirangkum oleh www.bestkisses.com adalah;
1. Pasangan yang memberi ciuman perpisahan setiap pagi kepada pasangan hidupnya rata-rata memiliki waktu 5 tahun lebih lama dari yang tidak melakukan ritual ini.
2. Berciuman baik untuk mendorong kepercayaan diri. Membuat seseorang merasa dihargai dan memberi ketenangan diri.
3. Berciuman membakar kalori, 2-3 kalori per menit dan menggandakan tingkat metabolis. Ada yang mengklaim, bahwa dengan berciuman bergairah tiga kali per hari (setidaknya 20 detik per ciuman) bisa membantu menghilangkan berat badan.
4. Berciuman dikenal sebagai penghilang stres. Berciuman penuh gairah bisa menghilangkan ketegangan, mengurangi energi negatif, dan memproduksi rasa sehat, menurunkan hormon stres.
5. Berciuman menggunakan setidaknya 30 otot wajah dan membuatnya lebih kencang, mencegah pipi kendur. Otot pipi yang menegang karena ciuman yang bergairah mampu membantu kulit lebih mulus dan meningkatkan peredaran darah.
6. Berciuman baik untuk jantung, karena menciptakan aliran adrenalin yang memompa darah ke seluruh tubuh. Tak hanya menstabilkan aktivitas kardiovaskular juga menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
7. Mereka yang sering berciuman jarang mendapat masalah perut, masalah kantung kemih, dan infeksi darah.
8. Selama berciuman, antibiotik alami yang diproduksi tubuh dikeluarkan melalui air liur. Air liur juga dipercaya sebagai anestetik yang membantu mengurangi sakit.
9. Berciuman mengurangi ketegangan dan ‘suara’ di pikiran. Berciuman meningkatkan tingkat oksitosin, hormon menenangkan yang memproduksi rasa ketenangan.
10. Hormon endorphin yang keluar ketika berciuman 200 kali lebih ampuh ketimbang morfin
1. Pasangan yang memberi ciuman perpisahan setiap pagi kepada pasangan hidupnya rata-rata memiliki waktu 5 tahun lebih lama dari yang tidak melakukan ritual ini.
2. Berciuman baik untuk mendorong kepercayaan diri. Membuat seseorang merasa dihargai dan memberi ketenangan diri.
3. Berciuman membakar kalori, 2-3 kalori per menit dan menggandakan tingkat metabolis. Ada yang mengklaim, bahwa dengan berciuman bergairah tiga kali per hari (setidaknya 20 detik per ciuman) bisa membantu menghilangkan berat badan.
4. Berciuman dikenal sebagai penghilang stres. Berciuman penuh gairah bisa menghilangkan ketegangan, mengurangi energi negatif, dan memproduksi rasa sehat, menurunkan hormon stres.
5. Berciuman menggunakan setidaknya 30 otot wajah dan membuatnya lebih kencang, mencegah pipi kendur. Otot pipi yang menegang karena ciuman yang bergairah mampu membantu kulit lebih mulus dan meningkatkan peredaran darah.
6. Berciuman baik untuk jantung, karena menciptakan aliran adrenalin yang memompa darah ke seluruh tubuh. Tak hanya menstabilkan aktivitas kardiovaskular juga menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
7. Mereka yang sering berciuman jarang mendapat masalah perut, masalah kantung kemih, dan infeksi darah.
8. Selama berciuman, antibiotik alami yang diproduksi tubuh dikeluarkan melalui air liur. Air liur juga dipercaya sebagai anestetik yang membantu mengurangi sakit.
9. Berciuman mengurangi ketegangan dan ‘suara’ di pikiran. Berciuman meningkatkan tingkat oksitosin, hormon menenangkan yang memproduksi rasa ketenangan.
10. Hormon endorphin yang keluar ketika berciuman 200 kali lebih ampuh ketimbang morfin
Sumber : Kompas
Minggu, 15 November 2009
WC Aneh

Motor WC
sekarang kalo pengen buang air nanggung di perjalanan, nggaj lagi dech, ada motor Wc yang ekslusif

Flower Toilet
Wah lucu.. pipis diatas bunga, bunga yang ini gak akan layu walau kamu pipisin beberapa kalipun, tapi aromanya tetep aroma ompol bukan aroma bunga.

Busy WC
rang sibuk kini dapat ee juga

Sexy Lip
wow sexy. serem, WC nakal hobinya minum water art (air seni ) ha..ha..

Man WC
Aku gak mau punya WC kayak gini sumpah!!!

Restaurant Full WC
sekarang bukan hanya ada restaurant full AC tapi ada juga restaurant full WC, "Let's in Lets Out"
masuk dari atas keluar dari bawah.... gak usah bolak-balik ke WC

Full WC
Rame banget ni WC umum,
ada CW lagi nungguin pipis. pastinya cowok bukan cuma ngeluarin water art tapi juga air yang lain ha..ha.. (kidding) tapi liat deh ada juga yang gambarnya cwo, mungkin yang pipis disitu Gay.

Hand Wc
nah sekarang pipisnya ada yang bantuin megang, ha..ha.
Langganan:
Postingan (Atom)






