Minggu, 01 November 2009

STERILISASI

STERILISASI

Yang dimaksud sterilisasi adalah suatu usaha untuk membebaskan alat-alat atau bahan-bahan dari segala macam bentuk kehidupan terutama mikroorganisme. Jadi apabila kita katakana suatu alat/bahan tersebut berarti tidak ada kehidupan dan kegiatan mikroorganisme dalam keadaan normal. Semua mikroorganisme baik yang pathogen, non pathogen, pembusuk dan lainnya sudah dimusnahkan.



Proses sterilisasi dengan penertian mutllak tersebut tidak mungkin diterapkan pada bahan makanan, karena dapat terjadi perubahan-perubahan pada bahan sehingga nilai gizinya menurun. Pemanasan pada bahan makanan dilakukan sedemikian rupa sehingga mikroorganisme yang membahayakan terhadap manusia telah mati, tetapi sifat bahan tidak mengalami banyak perubahan.
Karena itu timbul beberapa macam istilah sterilisasi, yaitu :
•Sterilisasi biologis
Suatu tingkatan pemanasa yang mengakibatkan musnahnya segala macam bentuk kehidupan yang ada pada bahan makanan yang dipanaskan.
•Sterilisasi komersial (commercially sterile)
Yaitu suatu tingkat sterilitas sedemikian rupa sehingga dalam keadaan normal tidak akan rusak. Bahan tidak steril 100%, tetapi bakteri pathogen dan pembentuk racun telah dimatikan.

Tanner (1944) memberikan batasan atau definisi dari sterilisasi komersial, ialah suatu tingkatan pemanasan sedemikian rupa sehingga semua mikroorganisme pathogen dan pembentuk racun telah dimatikan.

Biasanya mikroorganisme yang masih terdapat dalam keadaan steril diatas ialah jenis bakteri yang membentuk spora, Karena spora lebih tahan terhadap panas. Sterilisasi biasanya dilakukan pada suhu yang tinggi diatas 1000C, misalnya 1210 C selama 15 menit. Sterilisasi dengan pemanasan dibedakan atas :
•Sterilisasi pemijaran : untuk peralatan laboratorium seperti jarum ose, jarum platina, dll
•Sterilisasi udara panas : untuk alat-alat yang terbuat dari gelas
•Sterilisasi uap air panas : bahan-bahan yang disterilkan dengan cara ini umumnya adalah medium kultur
•Sterilisasi uap air panas bertekanan : untuk alat atau bahan yang tidak rusak karena pemanasan dan tekanan tinggi.

Nilai D adalah jumlah wakru pada suatu suhu tertentu untuk membunuh 90 % mikroba yang ada. Nilai D juga dikenal sebagai “laju kematian konstan” atau laju kematian atau decimal reduction time.

Sedangkan nilai Z sesungguhnya merupakan gambaran kuantitatif sifat alamiah mikroba yang berhubungan dengan perubahan suhu terhadap laju kematian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar