Jumat, 13 April 2012

Pengujian Suhu, Bau dan Warna Air

PENGUJIAN SUHU, BAU DAN WARNA DALAM AIR

 A. TUJUAN
Mengukur dan mengetahui suhu, bau serta warna pada beberapa jenis air.

B. PRINSIP
1. Pengujian suhu (Thermometer) : Pembacaan mengguanakan thermometer alkohol (cairan berwarna merah). Naiknya senyawa alkohol sesuai dengan derajat panas pada sampel air yang ditunjukan pada skala suhu baca dalam alat.
2. Pengujian bau (Organoleptik) : Penciuman dengan indra pencium dari aroma yang ditimbulkan dalam sample .

3. Pengujian warna (Colorimeter) : banyaknya sinar yang diserap oleh suatu larutan berbanding lurus dengan konsentrasi dan lebar laturan yang dilalui oleh sinar tersebut


C. DASAR TEORI
Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik. Air merupakan sumber alam yang sangat penting di dunia, karena tanpa air kehidupan tidak dapat berlangsung. Air juga banyak mendapat pencemaran.

Berbagai jenis pencemar air berasal dari :
a. Sumber domestik (rumah tangga), perkampungan, kota, pasar, jalan, dan sebagainya.
b.Sumber non-domestik (pabrik, industri, pertanian, peternakan, perikanan, serta sumber-sumber lainnya. 

Semua bahan pencemar diatas secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi karakteristik dan sekaligus kualitas air. Berbagai usaha telah banyak dilakukan agar kehadiran pencemaran terhadap air dapat dihindari atau setidaknya diminimalkan.

Karakteristik air dibagi menjadi dua kelompok yaitu karakteristik fisik air (Kekeruhan, Temperatur atau suhu, Warna, Solid (Zat padat), Bau dan rasa ) serta Karakteristik Kimia Air (pH, DO (dissolved oxygent), BOD (biological oxygent demand),COD (chemical oxygent demand).

Kesadahan dan Senyawa-senyawa kimia yang beracun seperti As, Fe dan lain-lain. 

 1. Suhu
Suhu yang juga disebut temperatur menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut. Empat derajat suhu atau satuan suhu yang paling dikenal adalah Celsius, Reumur, Fahrenheit dan Kelvin. Secara kualitatif, kita dapat mengetahui bahwa suhu adalah sensasi dingin atau hangatnya sebuah benda yang dirasakan ketika menyentuhnya. Secara kuantitatif, kita dapat mengetahuinya dengan menggunakan termometer. Suhu dapat diukur dengan menggunakan termometer yang berisi air raksa atau alkohol. Kata termometer ini diambil dari dua kata yaitu thermo yang artinya panas dan meter yang artinya mengukur (to measure).

2. Bau
Bau adalah sebuah sifat yang menempel pasa sebuah benda yang diakibatkan adanya zat organik ataupun anorganik yang tercampur di dalam air, umumnya dengan konsentrasi yang sangat rendah, yang manusia terima dengan indera penciuman. Pengukuran bau bersifat subjektif dengan respon organoleptik. Bau dapat berupa bau enak maupun tak enak. Istilah wewangian atau aroma digunakan terutama pada industri makanan dan kosmetik untuk menggambarkan bau enak, dan kadang digunakan untuk merujuk pada parfum.

3.Warna 
Warna adalah sensasi yang diciptakan system visual kita karena adanya eksitasi radiasi elektromagnetik yang dikenal sebagai cahaya. Atau untuk lebih detailnya, warna adalah hasil persepsi dari cahaya di daerah spectrum electromagnetic yang dapat dilihat, yang mempunyai panjang gelombang dari 400nm sampai 700nm, yang datang ke retina manusia.

Retina mempunyai 3 sel reseptor warna Retina mempunyai 3 sel reseptor warna yang disebut dengan cone atau kerucut karena bentuknya yang menyerupai kerucut, yang masing-masing mempunyai respon terhadap spektrum yang berbeda. Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer. Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer. Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta.

D. ALAT DAN BAHAN
1. Alat :
Thermometer, Colorimeter, Gelas piala, Kuvet plastik. 
2. Bahan : 
Sampel (air sumur, air aqua, air PDAM, air sungai). 

E. PROSEDUR
1. Pengujian suhu
• Menyiapkan alat dan bahan 
• Memasukan sampel kedalam masing-masing gelas piala 
• Memasukan thermometer kedalam sampel dalam geas piala dan biarkan hingga menunjukan skala suhu yang tetap 
• Membaca skala suhu sampel pada thermometer. 

2. Pengujian Bau 
• Menyiapkan alat dan bahan 
• Memasukan sampel kedalam masing-masing gelas piala 
• Membau/mencium aroma yang ditimbulkan dalam sampel dengan indra penciuman. 
• Memasukan dalam data pengamatan 3. Pengujian warna dengan metode colorimetri 
• Menyiapkan alat dan bahan 
•Memasukan sampel kedalam masing-masing gelas piala 
• Memasukan sampel kedalam kuve 
• Menyalakan colorimeter dan tunggu 15 menit 
• Mengeset tombol skala absorbansi 
• Mengeset tombol panjang gelombang warna yang akan diukur 
• Meletakan kuvet berisi blanko/aquades dan kuvet isi sampel kedalam bagian pembacaan alat colorimeter. • Mewngkalibtasi alat dengan memposikan alat pada angka nol 
• Membaca skala warna sampel 
• Memasukan dalam data pengamatan. 

F. DATA PENGAMATAN 
Berdasarkan hasil pengamatan, maka diperoleh data sebagai berikut : 
No. Parameter Uji Hasil Pangamatan Air Sumur Air Aqua Air PDAM Air Sungai 1 Pengujian Suhu (0C) 28 29 27 27 2 Pengujian Bau Bau besi/logam Normal (agak bau besi/logam) Normal (tidak ada bau) Bau lumpur/tanah 3 Pengujian Warana (nm) 0,01 0,06 0,01 0,05

G. PEMBAHASAN
Air merupakan sumber alam yang sangat penting di dunia, karena tanpa air kehidupan tidak dapat berlangsung. Air juga banyak mendapat pencemaran.
Berbagai jenis pencemar air berasal dari : 
a. Sumber domestik (rumah tangga), perkampungan, kota, pasar, jalan, dan sebagainya. 
b.Sumber non-domestik (pabrik, industri, pertanian, peternakan, perikanan, serta sumber-sumber lainnya. 

Semua bahan pencemar diatas secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi karakteristik dan sekaligus kualitas air. Berbagai usaha telah banyak dilakukan agar kehadiran pencemaran terhadap air dapat dihindari atau setidaknya diminimalkan. Pengujian air merupakan salah satu bentuk tindakan untuk mengetahui kualitas air berdasarkan karakteristiknya. Dengan demikian dari permasalahan yang ditemukan dapat diambil solusi untuk mencegah atau memulihkan kembali karakteristik air yang berkualitas dan sehat. Praktikum bertujuan untuk Mengukur dan mengetahui suhu, bau serta warna pada beberapa jenis air. Sampel yang diuji yaitu sumur, air aqua, air PDAM dan air sungai 

1. Pengujian Suhu
Pengujian suhu dilakukan dengan menggunakan alat termometer. Thermometer dicelupkan kedalam sampel air, kemudian air raksa/alkohol dalam alat akan menunjukan suhu sesuai suhu air yang dideteksi. Selanjutnya dibaca skalanya sebagai suhu air yang diamati tersebut. Hasil dari pengukuran yaitu Air Sumur 28 0C, Air Aqua 29 0C, Air PDAM 270C dan Air Sungai 270C. Suhu tersebut menunjukkan derajat panas dalam masni-masing sampel air. Perbedaan suhu dalam air tersebut dapat dipengaruhi oleh perlakuan pemanasan atau pendiningianan dan pada kondisi normal perbedaan suhu disebabbkan banyaknya partikel dalam air yang menyumbang kalor sebesar x, baik organik maupun anorganik termasuk logam yang memeliki dapat mengeluarkan kondisi panas saat daam air. 

2. Pengujian Bau Pengujian Bau dilakukan dengan menggunakan respon organ pencium atau secara otganoleptik. Air dimasukan kedalam gelas piala kemudian langsung dicium dengan indra penciuman. Hasil dari pengukuran yaitu Air Sumur Bau besi/logam, Air Aqua Normal (agak bau besi/logam, Air PDAM Normal (tidak ada bau) dan Air Sungai Bau lumpur/tanah. Perbedaan kondisi ini menunjukan dari beberapa air tersebut ada yang tercemar oleh zat organik atau anotganik termasuk logam yang menimbulkan bau besi atau logam pada air aqua dan air sumur.

Selain itu disebabkan secara alami memang pada dasarnya air tersebut mengandung logam yang dipengaruhi oleh asal diambilnya air tersebut. Pada air sungai hasilnya bau lumpur/tanah , hal ini menujukan dalam air tersebut mengandung sejumlah partikel tanah (tercampur). Sedangkan pada air PDAM kondisinya tidak berbau menujukan air tersebut dalam kondisi normal atau standar (tidak tercemar oleh bahan lain). Hal ini senarai dengan suhunya, yang menunujkan normal pula yaitu 27 0 C. 

3. Pengukuran Warna
Pengujian warna dilakukan dengan metode colorimetri menggunakan colorimeter. Air dimasukan kedalam gelas piala kemudian, dimasukan pada kuvet kemudian dibaca pada alat tersebut. Sebelum dibaca sebelumnya alat dinyalakan sesuai prosedur yang telah diulas sebelumnya. 

Alat colorimeter diset pada posisi absorbasi karena sesuai prinsip kerja alatya yaitu banyaknya sinar yang diserap oleh suatu larutan berbanding lurus dengan konsentrasi dan lebar laturan yang dilalui oleh sinar tersebut. Jadi, hanya cahaya yang diabsorbsi oleh bahanlah yang diambil sebagai skala warna dalam sampel, sedangkan cahaya yang dipantulkan dan diteruskan diabaikan seperti pembacaan suatu senyawa yang dilakukan dengan menggunkan spektrofotometer.

Hasil dari pengukuran yaitu Air Sumur 0,01nm , Air Aqua 0,06 nm, Air PDAM 0,01 nm dan Air Sungai 0,05 nm. Seperti halnya dalam pengujian suhu dan bau, perbedaan skala warna yang ditunjukan dalam sampel air menunjukan atau berbanding lurus dengan banyaknya cemaran (organik maupun anroganik termasuk logam besi yang mudah menyumbang perubahan warna dalam air yaitu warna Fe/coklat). Skala warna yang tertinggi adalah air aqua menunjukan masih banyak bahan lain yang terlarut dalam air tersebut dan dapat menggambatkan pengolahan air aqua ini tidak optimal atau bahkan dengan sengaja ditambahkan senyawa bahan kimia tertentu untuk menjernihkan air aqua dalam golongan mineral atau sejenisnya yang kasat oleh mata saat sudah terlarut dalam air aqua.

Dalam air sungai skala warnanya yaitu 0,05 nm menunjukan adanya bahan seperti tanah/lumpur atau bahan organik-anorganik yang terlarut dala air sungai tersebut. Sedangkan air sumur dan air PDAM nilai skalanya terkecil menunjukan hanya sedikit saja bahan lain yang terlarut dalam air tersebut, akan tetapi sangat mendekati air yang noirmal/dtandar sebagai air bersih.

H. KESIMPULAN 
Warna, suhu dan bau air disebabkan oleh adanya bahan mineral baik bahan organik dan non-organik yang terkontaminasi atau terkandung yang sudah terlarut dalam air. Warna, suhu dan bau merupakan karakteristik yang ada pada air dan menjadi parameter uji untuk menentukan kualitas dari air tersebut. Dalam praktikum dilakukan uji dengan parameter diatas. Pegujian suhu menggunakan thermometer, pegujian bau dengan organoleptik dan pengujian warna dengan colorimeter.

Berdasarkan hasil pengukuran suhu diperoleh Air Sumur 28 0C, Air Aqua 29 0C, Air PDAM 270C dan Air Sungai 270C. Pengukuran bau yaitu Air Sumur Bau besi/logam, Air Aqua Normal (agak bau besi/logam, Air PDAM Normal (tidak ada bau) dan Air Sungai Bau lumpur/tanah. Sedangka pegukuran warna yaitu Air Sumur 0,01nm , Air Aqua 0,06 nm, Air PDAM 0,01 nm dan Air Sungai 0,05 nm. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar. Pada Sampel yang relatif memenuhi kondisi standar air normal/bersih yaitu air PDAM dan air sumur. Sedangkan air sungai dan aqua masih terdapat beberapa kandungan bahan lain yang relatif lebih tinggi dibanding air sumur dan PDAM sehingga menyebabkab air tersebut sedikit kurang memenuhi standar air dalam kondisi normal. 

I. DAFTAR PUSTAKA 
id.wikipedia.org/wiki/Warna.
www.pdfqueen.com/pdf/su/suhu-air-sumur-gali/
www.cekli.com/id/color.
www.scribd.com/.../awaluddin-in-teknologi-air-minum-pam-ftsp-uii1 www.ciptapangan.com/files/.../1213849556_buletin_service.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar