Rabu, 19 Oktober 2011

Edible Coating Pelapisan Lilin

Pelapisan Lilin
Lilin adalah ester dari asam lemak berantai panjang dengan alkohol monohidrat berantai panjang atau sterol. Menurut Pantastico (1986) Ada tiga jenis lilin yang dikenal di  alam, yakni yang lilin lebah, lilin spermaceti dan lilin karnauba. Lilin karnauba merupakan lilin yang didapat dari pohon palem (Copernica Cerifera). Lilin ini paling banyak titik airnya yaitu 89-87C, sedangkan lilin spermaceti adalah lilin yang didapat dari kepala ikan paus (Phesester macrocephalus) mencair pada suhu 42-47˚C. Lilin ini banyak digunakan dalam industri obat dan kosmetik (Bernett, 1964 dalam Pantastico 1986). Lilin lebah merupakan lilin alami komersial yang merupakan hasil sekresi dari lebah madu (Apis mellifica) atau lebah lainnya.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAYA SIMPAN BUAH DAN SAYUR

Faktor yang mempengaruhi daya simpan buah dan sayur
a. Respirasi
Respirasi adalah suatu proses metabolisme biologis dengan menggunakan oksigen dalam perombakan senyawa kompleks (seperti karbohidrat, protein dan lemak) untuk menghasilkan CO2, air dan sejumlah elektron-elektron. Pada umumnya bahan hasil pertanian setelah dipanen masih melakukan proses respirasi serta metabolisme lain sampai bahan tersebut rusak dan proses kehidupan berhenti (Syarief dan Irawati, 1988). 

Klimaterik dan Non-Klimaterik

Buah-buahan Fruits

Biale dalam Nurlaela (1996) mengklasifikasikan buah dalam dua kategori, berdasarkan laju respirasi sebelum pemasakan, yaitu klimaterik dan nonklimaterik. Buah klimaterik mempunyai peningkatan atau kenaikan laju respirasi sebelum pemasakan, sedangkan buah non klimaterik tidak menunjukan adanya kenaikan laju respirasi.